Pengenalan dan Pembacaan Peta

PETA merupakan hal dasar penting dalam pekerjaan konstruksi. Sebagian besar pekerjaan konstruksi sangat membutuhkan peta. Minimal peta lokasi, yang menunjukkan keberadaan lokasi pekerjaan.

Seorang engineer harus paham membaca peta. Namun, ada saja yang mungkin menganggap enteng keberadaan peta pada pekerjaan konstruksi. Menganggap bahwa peta merupakan produk atau hasil pekerjaan yang tidak perlu dipahami atau dipelajari sebelum memulai kegiatan pekerjaan konstruksi, baik pekerjaan perencanaan, pekerjaan pelaksanaan konstruksi dan pekerjaan pengawasan.

jambi
Peta Jambi – Googlemaps

Kesalahan dalam membaca peta dapat berakibat fatal dalam pekerjaan konstruksi. Demikian juga kesalahan dalam mengonsepkan dan membuat peta juga tak kalah pentingnya, karena peta yang baik akan minimal menempatkan konstruksi di tempat yang tepat untuk dibangun. Oleh karena itu seorang engineer membutuhkan pengetahuan perihal peta dalam rangka menunjang kompetensinya pada pekerjaan konstruksi.

Artikel kali ini sebenarnya masih berupa resitasi dan review penulis atas sebuah buku modul Pengenalan dan Pembacaan Peta.

PENGERTIAN PETA

Ilmu tentang peta disebut Kartografi. J. S. Keates dalam bukunya Cartographic Design and Production mendefinsikan kartografi sebagai:

 

...seni, pengetahuan, dan teknologi pembuatan peta yang didalamnya meliputi semua tahapan evaluasi, penghimpunan, perancangan dan penyusunan semua naskah yang dibutuhkan untuk menghasilkan peta baru atau perubahan dokumen peta dari semua bentuk data dasar...

Tiga aspek utama dalam illmu peta atau kartografi adalah: (MetGraTek)

  1. metrik
  2. grafik
  3. teknik

Peta utamanya terkait lokasi, oleh karenanya penggambaran semua atau sebagian permukaan bumi yang sistematis dan berskala (agar mudah pengukurannya) sangat dasar bagi semua peta. Oleh karenanya peta dapat dikatakan sebagai gambaran grafik dan informasi yang digambarkan dalam bentuk simbol-simbol yang dipahami pemakainya.

SIMBOL KARTOGRAFI

Tipe atau pola simbol kartografi atau peta terdiri dari: (TiGarWil)

  1. titik-titik
  2. garis-garis
  3. wilayah

Semua simbol mempunyai ukuran, bentuk dan warna, yang menyajikan informasi individual atau kolektif.

Bentuk simbol dapat bervariasi dan diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Bagan (denah)
denah wikihow
courtesy: Wikihow.com
  • Profil
profile pctmap.net
courtesy: pctmap.net
  • Fungsi
  • Bentuk dan arah (orientasi)
  • Bentuk dan simbol garis-garis

RANCANGAN PETA

Rancangan peta terkait dengan penyajian grafis informasi peta, yang berfungsi untuk mengomunikasikan informasi secara efektif ke pemakai peta. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam rancangan peta adalah tuntutan pemakai, perkiraan tingkat pemahaman, keadaan pemakai, kerumitan informasi dan pembiayaan.

Tahapan rancangan peta:

  1. Pertimbangan umum yang mempengaruhi kenampakan peta dan cara penggambaran isi peta.
  2. Penentuan rinci simbol yang menggambarkan informasi secara grafik.

Masalah dalam perancangan peta:

  • Peta dan isinya merupakan tanggapan atas hasil diskusi antara pemberi kerja dan penyedia yang membuat peta, namun dalam produksinya bergantung fasilitas dan pembiayaan.
  • Produk peta yang perlu diperhatikan adalah isi dan informasi yang jelas, kadang terperangkap oleh kepuasa pengguna yang kurang esensial. Produk peta yang baik dan jelas terancang dengan informasi yang benar.

Faktor yang mempengaruhi rancangan peta yang baik:

  1. isi
  2. tingkat-tingkat visual
  3. kekontrasan dan perimbangan

Perancangan informasi ketinggian diperlukan dalam tiga peta utama, yaitu:

  1. peta pelayaran
  2. peta penerbangan
  3. peta perekayasaan skala besar

Informasi ketinggian pada peta dalam bentuk:

    • Kontur

       

      courtesy: timberlandadvisors.com
      • garis-garis yang mempunyai ketinggian yang sama dalam kaitannya dengan garis dasar peta
    • Jarak antar kontur

       

      • ukuran tiap tingkat klasifikasi bergantung interval vertikal yang merupakan jarak vertikal di antara garis kontur.
    • Interval tambahan

       

      • jika ada penambahan atau modifikasi jarak vertikal
    • Gambar kontur
    • Pemberian angka garis kontur
    • Informasi kontur
    • Kontur dan lereng
  • Kontur dan warna

SKALA, LEGENDA DAN SITE PLAN

Skala Gambar

  • Gambar peta
    • 1 : 500, 1 : 5.000, 1 : 50.000
  • Gambar situasi
    • 1 : 500
    • 1: 1.000
  • Gambar konstruksi
    • 1 : 200
    • 1 : 100
    • 1 : 50
  • Gambar detail
    • 1 : 20
    • 1 : 10
    • 1 : 5

Legenda

  • Menggunakan Tanda-tanda pada Gambar Ukur untuk peta-peta skala < 1 : 2.500
  • Gunakan Legenda Topografi untuk peta dengan skala 1 : 2.500 ke atas.

Site Plan

Rencana tata letak lapangan (site plan) mengacu kepada:

  1. Volume pekerjaan mayor:
    • pekerjaan galian
    • pekerjaan timbunan
    • pekerjaan struktur
    • dll
  2. Waktu efektif membawa material ke borrow area ke proyek
  3. Lokasi kantor umum dan penyimpanan sedekat mungkin ke pintu utama proyek
  4. Metode pelaksanaan pekerjaan mayor menjadi dasar analisis teknis yang utama sehingga terdapat koordinasi kerja dengan item-item lain sehingga biaya, mutu dan waktu dapat terkendali
  5. Laboratorium untuk pengujian
  6. Kriteria site plan diterima oleh pengawas atau oleh pengguna
  7. Organisasi proyek di lapangan

Untuk memastikan site plan tersusun dengan tepat, lengkap dan efektif diperlukan daftar simak untuk pengontrolannya, sehingga pengawas dapat menjamin kebermutuan dari site plan.

Demikian hasil review penulis terhadap modul buku Pengenalan dan Pembacaan Peta dari Kementerian PUPR. Semoga dapat me-refresh ataupun menambah khasanah pengetahuan tentang peta.

Semoga bermanfaat.

SintaPosmaria.blog

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.