Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pekerjaan Konstruksi

Tujuan penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa salah satunya adalah mendorong Pengadaan yang Berkelanjutan (Sustainability Procurement). Seperti yang telah disampaikan pada posting Tujuan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pengadaan yang Berkelanjutan merupakan pengadaan yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Namun, posting kali ini lebih mengemukakan dan menjabarkan dasar pengelolaan lingkungan hidup pada paket-paket pengadaan barang/jasa khususnya pekerjaan konstruksi.

green_procurement
courtesy: samsiatire.com

Pengelolaan lingkungan hidup merupakan topik yang penting dalam setiap pekerjaan konstruksi. Hal ini dikarenakan setiap pekerjaan konstruksi mempunyai dampak penting perubahan lingkungan, walau mungkin perubahan tersebut kecil. Negara pun mempunyai kebijakan yang cukup mendalam perihal pengelolaan lingkungan hidup ini dan mengaturnya melalui Undang-Undang.

Pekerjaan konstruksi dengan banyak komponen kegiatan yang kemungkinan akan besar memberikan dampak yang penting terhadap lingkungan, sehingga wajib dilengkapi AMDAL bagi setiap kegiatan pekerjaan konstruksi. Begitu juga dengan insan pelaku pekerjaan konstruksi harus memahami dan melakukan pekerjaan dengan mengacu kepada pedoman dan petunjuk teknis AMDAL. 

Sebagai pelaku pekerjaan konstruksi, setiap insan pekerja konstruksi khususnya pada pengadaan publik dan sektor privat pun, sangat memerlukan pemahaman terhadap pengelolaan lingkungan hidup ini. Oleh karena itu, pada awal posting ini akan dieksplorasi peraturan apa saja yang mewajibkan insan pekerja konstruksi untuk memperhatikan pengelolaan lingkungan hidup ini.

PENGERTIAN DASAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Landasan Hukum Pengelolaan Lingkungan Hidup

Peraturan yang mengatur pengelolaan lingkungan hidup dalam proyek konstruksi adalah:

  • UU 32 – 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • PP 27 – 2012 tentang Izin Lingkungan
  • PP 24 – 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup 05 – 2012 tentang Jenis Usaha Rencana dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki AMDAL
  • Peraturan terkait Lingkungan Hidup seperti Penataan ruang, Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan Pengawasan Kawasan Lindung

Pengertian Dasar

Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan benda dan makhluk hidup yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahateraan manusia (UU 32 – 2009)

Lingkungan hidup terdiri dari unsur:

  • Materi: zat abiotik dan biotik yang saling mempengaruhi ekologi
  • Energi: dari cahaya matahari untuk bergerak dan berinteraksi antar makhluk
  • Ruang: wadah atau ekosistem habitat pada suatu ruang tertentu
  • Kondisi

Aspek lingkungan hiduppada pekerjaan konstruksi:

  • Komponen fisika kimia: iklim, fisiologi, hidrologi, hidrooceanografi, ruang
  • Komponen biologi: flora dan fauna
  • Komponen sosial ekonomi dan sosial budaya: demografi, sosek, sosbud dan kesehatan masyarakat

Ekologi dan Ekosistem

LH terkait dengan ekologi dan ekosistem. Ekosistem adalah sistem hubungan timbal balik makhluk hidup dan lingkungan, sedang ekologi yang mempelajari ekosistem. Hubungan timbal balik terdiri dari:

  • Simbiosa , ada hubungan yang tidak merugikan
  • Antagonistik, ada hubungan mematikan yang lain (antibiosa), mengonsumsi yang lain (eksploitasi) dan saling berkompetisi untuk mempertahankan eksistensi dalam upaya mempertahankan hidup
  • Netralistik, tidakada hubungan

Batu Mutu Lingkungan

Di dalam pekerjaan konstruksi terdapat kemungkinan mempengaruhi perubahan lingkungan hidup. Perubahan lingkungan hidup ini dapat diukur apakah telah melewati batas toleransi dengan Standar Baku Mutu Lingkungan. Baku mutu lingkungan meliputi baku mutu air, air limbah, air laut, udara ambien, emisi, gangguan dan lainnya sesuai perkembangan Iptek.

INTEGRASI ASPEK LINGKUNGAN PADA PROYEK

Pengertian Amdal

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.(UU 32 -2009)

Dokumen Amdal

Dokumen Amdal terdiri atas berbagai dokumen tersebut di bawah ini:

  • KA – ANDAL
    • Ruang lingkup studi ANDAL hasil pelingkupan atau proses pemusatan studi hal-hal penting yang berkaitan dampak yang penting
  • ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan)
    • Dokumen yang menelaah secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana atau kegiatan
  • RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan)
    • Dokumen upaya penanganan dampak penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh rencana kegiatan
  • RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan)
    • Dokumen upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak penting akibat rencana kegiatan

Jenis Amdal dari jenis kegiatan:

  • Bidang multisektor
  • Bidang pertahanan
  • Bidang pertanian
  • Bidang perikanan dan kelautan
  • Bidang kehutanan
  • Bidang perhubungan
  • Bidang teknologi satelit
  • Bidang perindustrian
  • Bidang pekerjaan umum
  • Bidang pariwisata
  • Bidang perumahan dan kawasan permukiman
  • Bidang energi dan sumber daya alam
  • Bidang ketenaganukliran
  • Bidang pengelolaan limbah B3

Potensi dampak penting ditetapkan berdasarkan:

  • Jumlah penduduk terdampak
  • Luas wilayah penyebaran dampak
  • Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
  • Komponen lingkungan yang terdampak
  • Sifat kumulatif dampak
  • Berbalik atau tidaknya dampak
  • Kriteria lain sesuai perkembangan Iptek
  • Referensi internasional

Kedudukan Amdal dalam Pengembangan Proyek

Kegiatan Amdal merupakan bagian dari setiap tahapan proses pengembangan proyek, yaitu:

  • Tahap perencanaan umum
    • Penyaringan Amdal untuk mengetahui untuk mengetahui apakah kegiatan akan menimbulkan perubahan mendasar pada lingkungan
    • Jika ya –  AMDAL
    • Jika tidak –  UKL UPL
  • Tahap prastudi kelayakan
    • Pelingkupan dan KA – ANDAL
    • Pelingkupan: proses awal menetapkan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi dampak penting hipotesis yang timbul dari rencana kegiatan yang diusulkan.
    • Proses penting penyusunan KA – ANDAL
  • Tahap studi kelayakan
    • Studi ANDAL penelaahan dampak penting yang timbul akibat rencana kegiatan proyek secara cermat dan mendalam
  • Tahap perencanaan teknis
    • Penjabaran RKL dan RPL pada gambar teknik dan spesifikasi teknik dan rancangan kontrak
  • Tahap konstruksi
    • Pelaksanaan RKL dan RPL
  • Tahap pascakonstruksi
    • Evaluasi pengelolaan dan pemantauan lingkungan

Proses Penyusunan dan Pelaksanaan Amdal

  • Penyusunan AMDAL memerlukan data informasi komponen kegiatan yang akan menimbulkan dampak penting dan komponen lingkungan yang diperkirakan terkena dampak
  • Melakukan Amdal dapat memperkirakan jenis dan intensitas dampak
  • Informasi tersebut di atas dituangkan di dokumen Amdal dan menjadi dasar perumusan upaya penanganan dampak yang timbul pada RKL/RPL.
  • RKL/RPL ini menjadi dasar pada saat konstruksi untuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan

PENGAMANAN LINGKUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI

Prinsip Dasar

Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Prinsip pengelolaan lingkungan hidup:

  1. Preventif (pencegahan)
    • Pencegahan dampak yang tidak diinginkan
  2. Kuratif (penanggulangan)
    • Penanggulangan dampak yang terjadi atau yang diperkirakan akan terjadi
  3. Insentif (kompensasi)
    • Mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak pemrakarsa/pengelola kegiatan dengan pihak yang terkena dampak

Pendekatan pengelolaan lingkungan hidup:

  1. Teknologi
  2. Ekonomi
  3. Institusional/Kelembagaan
  4. Mekanisme Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan

Komponen Pekerjaan yang Menimbulkan Dampak

Kegiatan pekerjaan konstruksi yang umumnya menimbulkan dampak, yaitu:

  • Tahap persiapan pelaksanaan konstruksi
    • Mobilitas alat berat
    • Basecamp
    • Land clearing
  • Tahap pelaksanaan konstruksi
    • Pekerjaan tanah
    • Pengangkutan material
    • Pekerjaan pondasi
    • Pekerjaan struktur konstruksi (bangunan, jalan dan pengairan)

Dampak yang Ditimbulkan dan Upaya Penanganan

  1. Pencemaran udara (debu)
    • Penyebab: pengoperasian alat berat
    • Indikator: baku mutu udara
    • Penanganan:
      • pengaturan kegiatan sesuai kondisi setempat, misal basecamp dijauhkan dari pemukiman
      • metode konstruksi disesuaikan kondisi lingkungan
      • penyiraman secara berkala
  2. Erosi, longsoran tanah dan genangan air
    • Penyebab: pembersihan/pematangan lahan, pekerjaan tanah
    • Indikator: visual di lapangan
    • Penanganan:
      • pengaturan pelaksanaan pekerjaan agar tidak merusak atau menyumbat saluran
      • perkuatan tebing
      • pembuatan saluran drainase
  3. Pencemaran kualitas air
    • Penyebab: pekerjaan tanah menyebabkan limbah cair
    • Indikator: baku mutu air
    • Penanganan:
      • pembuatan kolam pengendap sementara
      • metode pelaksanaan yang memadai
      • mengelola limbah yang baik
  4. Kerusakan prasarana jalan dan fasilitas umum
    • Penyebab: pengangkutan material
    • Indikator: kerusakan visual
    • Penanganan:
      • memperbaiki prasarana dan fasilitas umum
      • memindahkan utilitas ke lokasi yang aman
  5. Gangguan lalu lintas
    • Penyebab: pekerjaan pengangkutan material
    • Indikator: kemacetan lalu lintas
    • Penanganan:
      • pengaturan pekerjaan dengan memberi prioritas kelancaran arus lalu lintas
      • pengaturan pekerjaan terhadap jam sibuk
      • pembuatan rambu lalu lintas
      • metode pelaksanaan sesuai kondisi setempat
  6. Berkurangnya keberagaman flora fauna
    • Penyebab: pembersihan/pematangan lahan, pekerjaan tanah
    • Indikator: jenis dan jumlah tanaman (langka/tidak langka) yang ditebang
    • Penanganan:
      • pengaturan pelaksanaan pekerjaan
      • penanaman kembali 

Demikian review terhadap bahan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pekerjaan Konstruksi.

Semoga bermanfaat.

 

SintaPosmaria.blog

 

 

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.